Kecerdasan di Atas Rata-Rata, Biasanya Hanya Punya Sedikit Teman, Ini Buktinya!

Nur Rina Chairani - Ciptono Wahyu Prasetyadi 
16 November 2017

Bernas.id - Sering kita melihat ada orang yang cerdas namun hanya punya sedikit teman. Penelitian memang mengungkap bahwa mereka yang sangat cerdas biasanya hanya menghabiskan sedikit waktu bersama temannya. Semakin banyak menghabiskan waktu bersama teman, hidup kita akan lebih bahagia. Ini adalah hasil dari 2 penelitian yang mengandalkan data dari National Longitudinal Study of Adolescent Health yang melibatkan 15,000 partisipan dengan rentang usia 18-28 tahun yang dilakukan oleh Singapore Management University dan The London School Of Economics di tahun 2001-2002.
Sayangnya, itu tidak berlaku bagi mereka yang sangat cerdas. Penelitian pertama dilihat dari tiga faktor, yakni tes IQ, kepadatan penduduk partisipan, dan kepuasan para partisipan terhadap hidupnya. Hasilnya adalah orang akan jauh lebih bahagia ketika hidup dalam lingkungan yang penduduknya tidak begitu padat, kecuali orang yang sangat cerdas.
Sementara itu pada penelitian kedua, yang melibatkan skor IQ, kepuasan hidup, dan seberapa sering berinteraksi dengan teman, hasilnya adalah semakin sering kita berinteraksi dengan teman, maka hidup kita semakin bahagia, kecuali mereka yang sangat cerdas.
Ada alasan kenapa orang yang sangat cerdas sedikit temannya. Simak yang berikut ini!
1. Terlalu banyak berinteraksi dengan teman, mereka khawatir pekerjaan mereka terbengkalai;
Orang yang sangat cerdas cenderung sudah punya agenda sendiri. Baru ngobrol 10-20 menit, dia sudah undur diri. Alasannya? Mereka harus kembali belajar dan mengerjakan tugas. Kalau dia sampai lupa waktu, bisa-bisa targetnya untuk ini dan itu akan gagal atau tertunda. Jadi, catatan buat kita agar tidak terburu-buru menganggap mereka sombong.
2. Mereka sudah punya kebahagiaannya sendiri;
Misal temanmu yang suka belajar. Membaca literatur bahasa asing, yang bagi banyak orang sungguh rumit, justru sangat ia nikmati. Dengan belajar dan melakukan penelitian, sudah cukup membuatnya bahagia.
3. Dengan sedikit teman yang semuanya punya kualitas setara, hidup mereka jauh lebih bermakna;
Mereka yang sangat cerdas, tentu saja sama seperti manusia lainnya yang butuh teman. Mereka biasanya hanya membiarkan beberapa orang saja yang boleh masuk ke dalam hidupnya. Teman sedikit saja yang penting berkualitas dan sudah terseleksi dengan baik, yaitu beberapa orang yang bisa bikin mereka nyaman.
4. Mereka butuh banyak waktu untuk mengembangkan diri, sementara komunikasi dengan orang lain bisa dilakukan dengan efektif dan efisien.
Mereka mengalokasikan sebagian besar waktu mereka untuk fokus bekerja dan mengembangkan diri. Albert Einstein yang sangat cerdas itupun diketahui hanya memiliki 2 orang teman dekat saja. Mereka adalah Michelle Besso (seorang engineer) dan Heinrich Zangger (professor di bidang kedokteran forensik). Keduanya punya pengaruh yang cukup kuat dalam kehidupan Einstein. Baik di kehidupan pribadi dan kariernya.
Jadi, jangan minder ya, kalau cuma punya sedikit teman! Jangan lantas rendah diri ya! Bisa jadi Anda sebenarnya adalah pribadi yang pintar dan cerdas. Mulai saat ini jangan buru-buru menilai teman yang susah untuk diajak ngumpul itu sombong.

Mereka yang sangat cerdas biasanya mengalokasikan waktu lebih banyak untuk belajar, bekerja, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan masa depan. Masing-masing orang punya cara sendiri untuk bahagia, bukan? 

Comments

Popular Posts